IMG-LOGO

Fitur NFC di Ponsel Sebagai Bagian Dari Uang Elektronik

Digital - 24 July 2019 15:04
IMG Gambar diambil dari www.drodlime.com (21 Oktober 2018)

Indonesia saat ini sedang gencar membudayakan transaksi berbasis uang elektronik. Banyak sekali transaksi-transaksi yang diberlakukan di Indonesia tidak menggunakan uang tunai. Contoh saja pembayaran masuk dan keluar Tol di Indonesia saat ini sudah tidak menggunakan uang tunai melainkan menggunakan kartu elektronik.

 

Kartu-kartu ini dikeluarkan oleh Bank yang bekerjasama dengan pemerintah, seperti Bank Mandiri, BRI, BNI dan BCA. Pemberlakukan uang elektronik tidak hanya menggunakan kartu Bank Nasional, di Jakarta misalnya, dalam menggunakan transportasi masal yaitu transjakarta atau masuk ke wisata-wisata yang ada di Jakarta menggunakan kartu elektronik dari Bank Daerah DKI Jakarta.

 

Sebetulnya kartu elektronik sudah ada sejak dulu, bahkan tol pada waktu masih menggunakan uang tunai, pintu tol khusus kartu elektronik sudah ada. Tetapi masyarakat masih menggunakan fasilitas uang tunai dibandingkan uang elektronik. Saat ini, Indonesia memang sedang genjar-genjarnya menggunakan uang elektronik, bahkan uang elektronik saat ini tidak harus menggunakan kartu, melainkan aplikasi.

 

Mode pembayaran menggunakan aplikasi seperti “Dana”, “Ovo” dan “Gopay” adalah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Ketiganya adalah perusahaan digital di Indonesia yang menyediakan mode pembayaran uang elektronik. Hal ini akhirnya diikuti oleh BUMN Indonesia untuk mengeluarkan aplikasi pembayaran uang elektronik yaitu “Linkaja”.

 

Maraknya transaksi non tunai melalui aplikasi maupun kartu elektronik memang sebagai upaya untuk meningkatkan transaksi non tunai di Indonesia. Mengutip dari lama Kompas tanggal 14 Desember 2018, bahwa BI ternyata berupaya untuk menggenjot transaksi non-tunai yang ada di Indonesia.

 

Hal ini karena masyarakat Indonesia sebanyak 76% masih menggunakan transaksi tunai dibandingkan dengan transaksi non tunai. Bahkan dalam data dari Word Bank, Indonesia dalam penggunaan transaksi tunai masih mencapai 90%. Dari 76% yang menggunakan transaksi tunai tersebut memang mengalami sdikit penurunan, karena transaksi non tunai pada tahun 2018 mengalami kenaikan sebesar 24%. Tahun 2016-2017 memang menandai munculnya perusahaan-perusahaan penyedia aplikasi layanan pembayaran non tunai. Sehingga pada tahun ini diharapkan memang transaksi non tunai semakin diminati dan cenderung naik.

 

Data dari Bank Indonesia tahun 2019 menyebutkan, transaksi non tunai di Indonesia cenderung mengalami kenaikan dari tahun 2012-2018. Kenaikan sangat signifikan terlihat pada tahun 2017 dan 2018. Pada tahun 2017, transaksi menggunakan uang elektronik secara nominal sebesar Rp 12 triliun, naik sangat signifikan pada tahun 2018 menjadi Rp 47 triliun.

 

Pada tahun 2019 ini, terhitung dari bulan Januari sampai Juni, transaksi uang elektronik cenderung selalu naik, namun mengalami penurunan pada bulan Juni. Bulan April 2019, transaksi uang elektronik secara nominal sebesar Rp 10 triliun, sedangkan pada bulan Mei 2019 naik menjadi Rp 12 triliun dan mengalami penurunan sebesar Rp 11 triliun. Upaya menaikkan transaksi non tunai di Indonesia cenderung cukup berhasil dengan ditandai naiknya secara signifikan transaksi non tunai tahun 2017 dan 2018.

 

Data yang lain yaitu survei yang dilakukan oleh perusahaan Visa mengutip dari laman tirto.id Maret 2019, bahwa Indonesia semakin siap dalam menggunakan transaksi non tunai. Visa merilis hasil surveinya yang dilakukan di negara kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia, dengan melibatkan 4000 responden. Hasilnya sebanyak 77% masyarakat Indonesia semakin sering menggunakan transaksi non tunai 12 bulan kedepan dan sebesar 41% koresponden menyakini Indonesia akan semakin sering menggunakan transaksi non tunai dalam kurun waktu tiga tahun kedepan. Dalam penggunaan uang elektronik di Indonesia, sebanyak 71% masyarakat Indonesia tertarik untuk melakukan pembayaran menggunakan kartu elektronik, sedangkan 79% cenderung lebih tertarik menggunakan aplikasi dalam pembayaran non tunai.

 

Meskipun aplikasi sudah marak digunakan oleh masyarakat Indonesia, kartu elektronik juga mengikuti dalam maraknya uang elektronik. Karena dari data diatas menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia juga masih mengandalkan kartu elektronik dalam melakukan pembayaran non tunai. Kartu elektronik biasanya digunakan dalam transaksi transportasi, seperti Tol, KRL, Transjakarta, MRT dan LRT. Fasilitas transportasi ini sebetulnya lebih banyak digunakan di Jakarta, bahkan setiap transportasi di Jakarta memiliki kartu elektronik sendiri.

 

Sehingga dalam menggunakan fasilitas transportasi umum di Jakarta harus menggunakan kartu elektronik. Sedangkan di luar Jakarta, fasilitas ini belum ada, hanya Tol yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga masyarakat harus memiliki kartu e-Tol atau kartu elektronik dari Bank Nasional untuk menggunakan fasilitas Tol.

 

Mulai maraknya kartu elektronik, harus diimbangi dengan adanya ATM yang berguna untuk mengisi ulang kartu elektronik. Karena kartu elektronik hanya bisa diisi ulang melalui ATM saja. Tetapi, sekarang ini mengisi ulang kartu elektronik tidak harus melalui ATM, melainkan melalui fasilitas e-banking sudah bisa mengisi ulang kartu elektronik asal ponsel tersebut memiliki fasilitas yang disebut NFC. Near-Field Communication (NFC) merupakan fasilitas yang tertanam didalam ponsel dan berguna untuk mengisi ulang kartu elektronik. Selain itu, fasilitas NFC ini harus ada di ponsel yang berbasis Android.

 

Sebetulnya, ponsel iPhone dari dulu sudah ada fasilitas NFC ini, hanya saja fasilitas ini hanya digunakan untuk Apple Pay yang belum ada di Indonesia. Bahkan dulu kartu elektronik juga belum begitu bermanfaat di Indonesia, sehingga ponsel-ponsel di Indonesia belum ada fasilitas NFC.

 

Tetapi saat ini, karena kartu elektronik sudah marak digunakan masyarakat Indonesia, ponsel-ponsel di Indonesia akhirnya mengikuti dengan menghadirkan fitur NFC. Fitur ini memang telah hadir di beberapa ponsel Android yang ada di Indonesia. Hanya saja, harga ponsel ini mungkin sdikit agak mahal, jadi masyarakat membutuhkan biaya yang cukup besar untuk bisa memiliki ponsel dengan fitur NFC.

Authors

Write SU
IMG
Subscribe

Get all latest content delivered to your email a few times a month.